Kalau Organisasi anda masih menggunakan aplikasi BI seperti Tableau, Power BI dan lainnya, maka mungkin anda perlu mengetahui bagaimana rangkuman terobosan Metabase dalam lima versi terakhir — dari 59 hingga 63 —yang merevolusi cara tim data bekerja sehari-hari.
Sebagai partner resmi Metabase di Indonesia, tim Bifbi rutin mengulas setiap rilis untuk memastikan pengguna Metabase di Indonesia tidak ketinggalan fitur yang relevan. Berikut lima area terbesar yang berubah sejak Metabase 58.
Metabase Bisa "Diajak Bicara" Langsung dari Claude atau ChatGPT

Ini salah satu perubahan paling signifikan. Lewat MCP (Model Context Protocol) Server, Metabase kini bisa terhubung langsung ke asisten AI seperti Claude atau ChatGPT. Tim non-teknis bisa bertanya "tunjukkan tren penjualan bulan ini" langsung dari chat AI favorit mereka, dan Metabase akan menampilkan chart interaktif — lengkap dengan kemampuan drill-through dan ubah visualisasi — tanpa perlu buka dashboard secara manual. Kemampuan MCP juga terus diperluas: membuat metric, menyimpan query SQL sebagai pertanyaan tersimpan, hingga mencari dashboard dan koleksi.
Apa Perubahan Terbesar Metabase dari Versi 59 sampai 63?
Periode Metabase 59 hingga 63 membawa perubahan besar pada cara tim data membangun, mengelola, dan menggunakan analytics. Perkembangannya mencakup Data Studio untuk menyiapkan semantic layer, official MCP Server untuk menghubungkan Metabase dengan AI client, AI governance, Schema Viewer, Metabase CLI, dukungan berbagai AI provider, hingga visualisasi dan security feature baru.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Metabase tidak lagi hanya berfungsi sebagai tool untuk membuat dashboard, tetapi berkembang menjadi platform analytics yang semakin terintegrasi dengan AI, data transformation, governance, dan agent-driven workflow.
Metabase AI Semakin Terbuka untuk Berbagai Provider

Sebelumnya, fitur AI di Metabase (Metabot) cukup terbatas pilihan penyedia modelnya. Di versi 63, Metabase membuka dukungan untuk lebih banyak vendor AI: Anthropic, AWS Bedrock, Microsoft Azure, dan OpenAI — selain layanan AI bawaan Metabase Cloud. Artinya, perusahaan bisa memilih provider AI sesuai kebijakan keamanan data dan anggaran masing-masing, tanpa terkunci pada satu vendor saja. Pengaturannya cukup lewat Admin > AI > AI settings > Connect to a provider.
Keamanan yang Jauh Lebih Ketat

Beberapa rilis terakhir (terutama 62.17 dan 63.14) fokus penuh pada hardening keamanan. Beberapa perubahan pentingnya:
- Akses ke pertanyaan (question) kini mengikuti seluruh rantai dependensi — kalau ada model atau metric di dalamnya yang tidak bisa diakses user, pertanyaan tersebut ikut diblokir.
- Kredensial database tidak lagi disertakan saat proses export/serialization.
- Penambahan opsi Two-Factor Authentication (2FA) lewat aplikasi authenticator, dengan email sebagai fallback.
Untuk perusahaan yang menyimpan data sensitif atau harus memenuhi standar kepatuhan tertentu, perubahan ini cukup krusial untuk diketahui sebelum upgrade.
Fitur Data & Visualisasi Baru

- Treemap chart — visualisasi baru untuk melihat proporsi data secara hierarkis (misalnya kontribusi tiap kategori produk terhadap total penjualan).
- CSV upload untuk Snowflake — mempermudah tim yang selama ini harus upload data manual via pipeline terpisah.
- PDF attachment otomatis di dashboard subscription (email & Slack) — laporan rutin kini bisa langsung terkirim sebagai file PDF, tanpa perlu screenshot manual.
Ekosistem Data Studio, Schema Viewer, hingga Metabase CLI

Sejak versi 59, Metabase memperkenalkan Data Studio — ruang kerja baru untuk transformasi data. Di versi 62, Data Studio ini dilengkapi dengan Schema Viewer (diagram relasi antar tabel/ERD otomatis) dan Metabase CLI untuk automasi lewat command line. Fitur-fitur ini kita bahas lebih dalam di artikel berikutnya.
Kesimpulan
Dari beragam sisi seperti kemampuan AI, keamanan, visualisasi, sampai transformasi data — Metabase semakin membuktikan keunggulannya dalam memimpin inovasi di dunia Business Intelligence. Kecanggihannya banyak membuat tim data yang masing menggunakan aplikasi BI konvensional ingin berpindah ke Metabase. Tapi tentunya migrasi ke Metabase menjadi penting di lakukan dengan hati-hati apalagi kalau Anda memiliki banyak dashboard produksi yang tidak boleh terganggu.
Sebagai Metabase Expert Partner, tim Bifbi siap membantu proses audit, perencanaan, hingga eksekusi migrasi atau upgrade instance Metabase Anda dengan aman — termasuk memastikan fitur-fitur baru di atas benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan bisnis.
Butuh bantuan upgrade atau optimasi Metabase di perusahaan Anda? Hubungi tim Bifbi - HumanTechno sekarang.
Creator : Taufik Singgih, ST
Penulis adalah Metabase Expert pertama di Indonesia, sekaligus Head of Data Analytic dan Artificial Intelligence di HumanTechno - Fajar Benua Group