Metabase luar biasa cepat meninggalkan kemampuan kompetitornya sesama aplikasi BI konvensional seperti PowerBI, Tableau dan lain-lain. Dengan berfokus dalam pengembangan AI dan implementasinya tidak heran saat ini kita banyak mendengar dan melihat kehebatan Metabot dan MCP Server yang ramai dibahas di versi 62–63. Namun ada baiknya kita mundur sedikit untuk mengulas bagaimana itu berawal. Karena sebenarnya, fondasi untuk semua fitur AI dan Data Studio yang ada sekarang sudah mulai dibangun sejak versi 51 hingga 57 — mulai dari visualizer, database routing, sampai dark mode yang paling ditunggu-tunggu banyak pengguna.
Artikel ini rangkuman singkat apa saja yang terjadi selama periode tersebut.
Visualizer: Menggabungkan Beberapa Sumber Data dalam Satu Chart

Diperkenalkan di versi 55, Visualizer adalah cara baru untuk membuat variasi tampilan dari data yang sama — atau bahkan menggabungkan data dari beberapa sumber berbeda — langsung dari editor dashboard, tanpa harus menulis query baru. Awalnya fitur ini hanya mendukung beberapa jenis chart, tapi jadi cikal bakal kemampuan visualisasi lintas sumber data yang terus dikembangkan di versi-versi setelahnya.
Database Routing: Solusi untuk Arsitektur Satu Database per Tenant

Untuk perusahaan yang membangun produk SaaS dengan data terpisah per klien (multi-tenant), versi 55 memperkenalkan database routing. Admin bisa membangun satu dashboard dan pertanyaan di database utama, lalu Metabase otomatis mengarahkan query ke database yang sesuai berdasarkan atribut pengguna yang login — tanpa perlu menduplikasi dashboard untuk setiap klien.
Dark Mode dan Remote Sync
Dua fitur yang paling banyak diminta akhirnya hadir di versi 57:
- Dark mode — akhirnya bisa diaktifkan lewat Account settings, mengikuti preferensi sistem secara default.
- Remote sync — menghubungkan Metabase ke repository git, sehingga perubahan pada question, dashboard, dan model bisa dikelola seperti kode: dibuat di collection read-write, di-push ke repo, lalu ditarik ke collection read-only di instance produksi. Ini memberi riwayat perubahan yang jelas dan mencegah edit tidak sengaja di dashboard produksi.
Versi 57 juga memperkenalkan Documents — laporan yang menggabungkan chart, metric, dan narasi memakai Markdown atau rich text editor, mirip Notion tapi terhubung langsung ke data live di Metabase.
Custom Expression Semakin Kuat (Versi 54–56)

Selama periode ini, editor custom expression banyak mendapat peningkatan tanpa perlu menulis SQL:
- Fungsi konversi tipe data seperti text(), integer(), float(), dan date() untuk membersihkan data yang tersimpan dalam format teks.
- Fungsi splitPart() untuk memecah string (misalnya mengambil nama depan dari nama lengkap).
- Join menggunakan custom expression untuk kasus di mana tabel tidak punya kolom yang cocok secara langsung.
- Dukungan multiple values pada variabel native query, misalnya WHERE category IN ({{category_var}}).
Data Sandboxing Berganti Nama Jadi Row-Level Security
Di versi 56, fitur keamanan baris data (dulu disebut data sandboxing) diganti namanya menjadi Row-Level Security — bagian dari payung besar data segregation yang juga mencakup connection impersonation dan database routing. Fungsinya tidak berubah, hanya penamaan yang lebih mudah dipahami tim non-teknis.
Awal Mula Metabot
Menariknya, cikal bakal Metabot (asisten AI Metabase yang sekarang jadi andalan di versi 62–63) sebenarnya mulai diperkenalkan sebagai fitur closed beta di versi 56, sebelum akhirnya benar-benar matang di versi 57 dengan kemampuan bertanya dalam bahasa natural, generate SQL, dan fitur "Explain this chart".
Peningkatan Lain yang Sering Terlewat

- Embedded Analytics JS (v56) — cara baru meng-embed komponen Metabase (satu chart, satu dashboard, atau query builder) tanpa harus setup React SDK penuh.
- Boolean filter widget (v55) — filter true/false yang sebelumnya harus diakali pakai text filter, sekarang tersedia native.
- Multi-catalog Databricks (v55) — bisa query dan join lintas catalog dalam satu koneksi.
- Table visualization (v54) — teks bisa di-wrap, kolom bisa di-align, dan tabel di dashboard kini scrollable secara default.
- Koneksi langsung ke Google Sheets (v54) — tanpa perlu proses download-upload CSV manual.
Kesimpulan
Versi 51–57 adalah masa di mana Metabase membangun fondasi: visualisasi lintas sumber data, keamanan data yang lebih matang, workflow ala developer (remote sync), dan awal mula AI. Semua ini yang kemudian jadi pijakan fitur-fitur besar di versi 58 ke atas — Data Studio, MCP Server, dan integrasi AI multi-provider yang akan kita bahas di artikel selanjutnya.
Kalau perusahaan Anda masih berjalan di versi lama dan belum yakin harus mulai dari mana, tim Bifbi bisa bantu audit gap fitur dan menyusun roadmap upgrade yang aman untuk instance Metabase Anda.
Diskusikan kondisi Metabase Anda saat ini bersama tim Bifbi - HumanTechno.
Creator : Taufik Singgih, ST
Penulis adalah Metabase Expert pertama di Indonesia, sekaligus Head of Data Analytic dan Artificial Intelligence di HumanTechno - Fajar Benua Group.