Skip to Content

Odoo Standard vs Custom: Kapan Perusahaan Perlu Customisasi?

September 29, 2026 by
Odoo Standard vs Custom: Kapan Perusahaan Perlu Customisasi?
Administrator

Saat menggunakan Odoo, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah:

“Apakah proses bisnis kami cukup menggunakan fitur standard, atau perlu custom Odoo?”

Pertanyaan ini penting karena setiap perusahaan memiliki workflow, approval, reporting, dan kebutuhan integrasi yang berbeda.

Custom Odoo memang dapat membuat sistem lebih sesuai dengan proses bisnis. Namun, semakin banyak customization tidak selalu membuat sistem semakin baik. Jika fitur standard atau konfigurasi yang tersedia sudah mampu memenuhi kebutuhan, development tambahan belum tentu diperlukan.

Perusahaan perlu custom Odoo ketika kebutuhan bisnis tidak dapat dipenuhi secara efektif menggunakan fitur standard atau konfigurasi existing. Custom Odoo biasanya dibutuhkan untuk workflow khusus, approval bertingkat, automation, custom reporting, integration dengan aplikasi lain, atau business logic tertentu.

Sebaliknya, jika kebutuhan masih dapat diselesaikan melalui konfigurasi Odoo, sebaiknya gunakan fitur standard terlebih dahulu agar sistem tetap lebih sederhana untuk dipelihara, dikembangkan, dan di upgrade.

Apa Perbedaan Odoo Standard dan Custom Odoo?

Secara sederhana, Odoo Standard menggunakan fitur dan workflow yang sudah tersedia di dalam sistem tanpa development khusus.

Sementara itu, custom Odoo digunakan ketika perusahaan membutuhkan fungsi, workflow, automation, integration, atau business logic yang lebih spesifik.

Agar lebih mudah memahami kapan menggunakan Odoo Standard atau Custom Odoo, berikut perbandingannya dari beberapa aspek utama:

Prinsip sederhananya:

Gunakan Odoo Standard jika sudah cukup. Lakukan custom Odoo jika memang ada kebutuhan bisnis yang tidak dapat dipenuhi secara efektif oleh fitur existing.

Kapan Odoo Standard Sudah Cukup?

Odoo menyediakan berbagai module untuk mendukung CRM, Sales, Purchase, Inventory, Accounting, HR, Manufacturing, Project, Website, dan berbagai proses bisnis lainnya.

Misalnya perusahaan menggunakan alur:

Jika proses bisnis perusahaan sudah dapat mengikuti alur tersebut, custom development biasanya belum diperlukan.

Bahkan beberapa kebutuhan yang awalnya terlihat seperti harus dicustom sebenarnya masih dapat diselesaikan melalui konfigurasi Odoo, seperti pengaturan access rights, field tambahan sederhana, automated action, filter, approval, atau reporting.

Karena itu, custom Odoo sebaiknya bukan pilihan pertama sebelum fitur standard dan konfigurasi existing dievaluasi terlebih dahulu.

Kapan Perusahaan Perlu Custom Odoo?

Custom Odoo mulai relevan ketika terdapat kebutuhan bisnis yang tidak dapat dipenuhi secara efektif melalui fitur standard atau konfigurasi existing.

Contohnya sebuah perusahaan memiliki alur purchase request:

Namun secara operasional, perusahaan membutuhkan approval tambahan berdasarkan nilai transaksi.

Misalnya untuk purchase request dengan nilai tertentu, alurnya berubah menjadi:

Jika kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi secara optimal melalui konfigurasi standard, custom Odoo dapat dipertimbangkan untuk menyesuaikan sistem dengan business rule perusahaan.

Hal yang sama juga dapat terjadi pada reporting, automation, integration, portal, maupun kebutuhan module tertentu.

Contoh Kebutuhan Custom Odoo

Supaya lebih mudah dibedakan, custom Odoo biasanya digunakan untuk kebutuhan seperti custom workflow dan approval, automation, integration dengan sistem lain, custom reporting, hingga custom module.

Sebagai contoh, perusahaan mungkin membutuhkan approval otomatis berdasarkan nilai transaksi:

Atau perusahaan ingin proses tertentu berjalan otomatis:

Custom Odoo juga dapat digunakan untuk menghubungkan aplikasi yang berbeda, misalnya:

Untuk kebutuhan management, perusahaan juga dapat membutuhkan informasi dari beberapa module dalam satu dashboard:

Jadi, kebutuhan custom biasanya bukan muncul karena Odoo “kurang lengkap”, tetapi karena setiap perusahaan memiliki proses, rule, dan ekosistem sistem yang berbeda.

Jangan Custom Odoo Hanya Karena “Cara Lama Kita Memang Begitu”

Salah satu kesalahan yang dapat terjadi ketika mengimplementasikan ERP adalah mencoba membuat sistem baru mengikuti seluruh kebiasaan lama.

Misalnya muncul permintaan:

“Dulu kami menggunakan Excel seperti ini, jadi Odoo juga harus dibuat persis sama.”

Padahal salah satu tujuan implementasi ERP justru adalah mengevaluasi dan memperbaiki proses yang sebelumnya kurang efisien.

Jika setiap kebiasaan lama langsung diterjemahkan menjadi custom feature, sistem baru berisiko hanya menjadi versi digital dari proses lama.

Karena itu, sebelum melakukan custom Odoo, jangan hanya bertanya:

“Apakah ini bisa dibuat?”

Tanyakan juga:

“Apakah proses ini memang masih perlu dipertahankan?”

Jika suatu proses bisa disederhanakan menggunakan fitur standard, maka mengubah proses bisnis justru bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada menambah customization.

Apa Risiko Jika Terlalu Banyak Custom Odoo?

Custom Odoo memberikan fleksibilitas, tetapi setiap customization juga membawa konsekuensi.

Fitur tambahan perlu diuji, didokumentasikan, dipelihara, dan diperiksa kembali ketika terdapat perubahan sistem atau upgrade versi Odoo.

Semakin kompleks customization, semakin besar perhatian yang perlu diberikan pada testing, dependency antar-module, bug fixing, dokumentasi, maintenance source code, dan compatibility saat upgrade.

Karena itu, pendekatan yang lebih sehat bukan:

“Semua bisa dicustom.”

Tetapi:

“Custom hanya bagian yang benar-benar memberikan business value.”

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tetap mendapatkan fleksibilitas tanpa membuat sistem terlalu kompleks untuk dipelihara dan dikembangkan.

Bagaimana Menentukan Perlu Custom Odoo atau Tidak?

Sebelum melakukan development, perusahaan dapat menggunakan alur keputusan sederhana:

Dengan alur ini, perusahaan dapat memastikan bahwa custom Odoo dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang benar-benar ada, bukan sekadar menambah fitur.

Odoo Standard atau Custom Odoo, Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada jawaban bahwa Odoo Standard selalu lebih baik atau custom Odoo selalu menjadi pilihan yang lebih fleksibel.

Pendekatan terbaik biasanya merupakan kombinasi keduanya.

Gunakan Odoo Standard ketika fitur existing sudah mampu mendukung proses bisnis.

Gunakan configuration ketika kebutuhan dapat diselesaikan tanpa development khusus.

Gunakan custom Odoo ketika terdapat workflow, business rule, automation, reporting, atau integration yang memang tidak dapat dipenuhi secara efektif menggunakan fitur existing.

Tujuan akhirnya bukan membuat sebanyak mungkin fitur custom.

Tujuannya adalah mendapatkan sistem Odoo yang sesuai dengan kebutuhan bisnis sekaligus tetap mudah dipelihara dan dikembangkan dalam jangka panjang.

Butuh Custom Odoo? Mulai dari Assessment Kebutuhan

Jika perusahaan sudah menggunakan Odoo tetapi masih memiliki workflow yang belum sesuai, proses manual, approval khusus, kebutuhan reporting, automation, integration, atau fitur yang belum tersedia, sebaiknya lakukan assessment terlebih dahulu sebelum melakukan development.

Mulailah dengan mengevaluasi:

​

Dengan cara ini, development dilakukan hanya pada bagian yang memang benar-benar membutuhkan penyesuaian.

HumanTechno dapat membantu mengevaluasi existing Odoo dan menentukan apakah kebutuhan perusahaan cukup diselesaikan melalui konfigurasi, automation, integration, atau memerlukan custom Odoo.

Konsultasikan Kebutuhan Custom Odoo Anda

Setiap perusahaan memiliki proses bisnis dan kebutuhan sistem yang berbeda. Karena itu, keputusan untuk melakukan custom Odoo sebaiknya tidak dimulai dari keinginan menambah fitur, tetapi dari masalah bisnis yang benar-benar ingin diselesaikan.

Jika saat ini Odoo Anda masih memiliki workflow yang belum sesuai, proses manual yang berulang, kebutuhan reporting khusus, automation, integration dengan sistem lain, atau custom development tertentu, kebutuhan tersebut sebaiknya dievaluasi terlebih dahulu.

Tim HumanTechno dapat membantu menilai apakah kebutuhan Anda cukup diselesaikan melalui fitur standard, configuration, automation, integration, atau memang membutuhkan custom Odoo.

Dengan pendekatan ini, pengembangan dapat dilakukan secara lebih terarah, sesuai prioritas bisnis, dan tanpa menambah kompleksitas yang sebenarnya tidak diperlukan.

Diskusikan kebutuhan Odoo Anda bersama tim HumanTechno dan temukan pendekatan pengembangan yang paling sesuai untuk proses bisnis perusahaan.

Hubungi Kami



in ERP
Tags